Pronas Keamanan Pangan Terpadu, Balai POM dan Pemkab Mamuju Bakal Intervensi 8 Sekolah 3 Desa dan 1 Pasar

waktu baca 3 menit
Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, Suaib memberikan plakat kepada Kepala Balai POM di Mamuju Burhan Sidobejo di acara Advokasi Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu.

Mamuju – Balai POM dan Pemkab Mamuju akan berkolaborasi untuk melaksanakan program nasional (pronas) keamanan pangan terpadu di Kabupaten Mamuju.

Komitmen kedua intitusi tersebut mengemuka dalam acara Advokasi Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu di Kantor Bupati Mamuju, pagi tadi.

Forum advokasi itu bertujuan untuk menggalang komitmen pemangku kepentingan, pemetaan program, dan kegiatan lintas sektor yang dapat diintegrasikan dengan program keamanan pangan, sehingga dapat membentuk kabupaten atau kota pangan aman.

Kolaborasi itu berorientasi pada tiga jenis kegiatan. Pertama Desa Pangan Aman, kedua Sadar Pangan Aman Sekolah (SAPA Sekolah), dan ketiga Pasar Aman Berbasis Komunitas.

Implementasi ketiga sektor itu akan menyasar 8 sekolah, 3 desa, dan 1 pasar. Balai POM di Mamuju memilih titik tersebut berdasarkan rekomendasi dari Pemkab Mamuju.

Sekolah yang akan disasar, yakni SDN 4 Karema, MI 1 Mamuju, SD IT Wildan, SMP IT Wildan, SMPN 1 Papalang, MTs 1 Mamuju, SMAN 1 Kalukku, dan MA Miftahulum Toabo Papalang.

Adapun desa, yakni Botteng, Bonda, dan Kelurahan Karema. Sedangkan pasar yang disasar adalah Pasar Baru atau Pasar Regional.

Ketiga kegiatan ini akan terlaksana melalui komunitas di bawah bimbingan dan pengawasan Balai POM di Mamuju dan Pemkab Mamuju. Keanggotan komunitas itu berasal dari berbagai kalangan dan selalu melibatkan unsur pemerintah daerah.

  

Kepala Balai POM di Mamuju, Burhan Sidobejo menjelaskan, ketiga program itu bertujuan untuk memberdayakan masyarakat terkait keamanan pangan. Tidak lain untuk menghindarkan mereka dari peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya dan produk tak layak edar.

“Jadi mereka secara mandiri mampu untuk melindungi diri sendiri dari makanan makanan yang substandar dan membagikan pengetahuan yang diperoleh di program ini kepada lingkungannya. Kegiatan secara nasional ini dilaksanakan di Kabupaten Mamuju,” ujar Burhan Sidobejo.

Burhan Sidobejo menjelaskan ketiga kegiatan itu dengan gamlang. Pertama mengenai kegiatan SAPA Sekolah. Kata dia, Balai POM akan membentuk komunitas di sekolah yang kadernya beranggotakan unsur dinas dari Pemkab Mamuju, guru, orang tua siswa, dan peserta didik itu sendiri.

Selain itu, Balai POM di Mamuju juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) sebagai leading sector bidang pendidikan di daerah ini.   

“Komunitas itu kita berdayakan bagaimana mereka secara mandiri bisa melakukan pengawasan keamanan pangan. Baik untuk diri sendiri, di komunitasnya, maupun lingkungan sekitarnya. Jadi nanti mereka diedukasi untuk bisa mengetahui keamanan pangan itu seperti apa. Nah, 8 sekolah ini akan kita akan bentuk seperti itu,” jelasnya.

Pembentukan serupa dilakukan pada kegiatan Desa Pangan Aman. Bedanya hanya di unsur kadernya, karena beranggotakan karang taruna, unsur pemerintah, dan berbagai latar belakang lainnya. Mereka juga diberikan pelatihan bimbingan teknis tentang keamanan pangan.

Khusus Pasar Aman Berbasis Komunitas, ada sedikit perbedaan. Menurut Burhan Sidobejo, kader di komunitas tersebut beranggotakan para petugas pasar, pedagang, dan tetap dari unsur pemerintah daerah serta dibekali fasilitas uji cepat.

“Kami akan berikan bimbingan teknis terkait keamanan pangan dan pengetahuan yang cukup untuk melakukan pengujian cepat terhadap produk pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Jika positif tentu akan dilarang untuk beredar, jadi lebih cepat penanggulangannya,” tandas Burhan Sidobejo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, Suaib menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mamuju mendukung penuh kegiatan yang diinisiasi Balai POM tersebut.

“Tadi saya sudah sampaikan sambutan Ibu Bupati Mamuju. Beliau sangat mendukung program ini. Pemerintah daerah akan berkolaborasi untuk menyukseskannya,” pungkas Suaib.

error: Content is protected !!
Play sound