Rekonsiliasi Hari Ketiga, BPKAD Sulbar Fokus Data Aset dan Persediaan
Mamuju – Pemprov Sulbar melanjutkan rekonsiliasi laporan keuangan perangkat daerah pada hari ketiga dengan fokus pada ketertiban pencatatan aset dan persediaan.
Kegiatan berlangsung Rabu (21/1) di Ruang Rapat Bidang Akuntansi dan Pelaporan Daerah BPKAD Sulbar. Agenda ini melibatkan pengurus barang dan bendahara pengeluaran untuk mempercepat penginputan jurnal persediaan serta jurnal aset.
Agenda hari ketiga menjadi tahap evaluasi atas proses pencatatan sejak hari pertama. Pemprov Sulbar mendorong seluruh perangkat daerah menjaga disiplin penginputan. Menyesuaikan standar akuntansi pemerintahan agar laporan keuangan tersaji lebih rapi, lengkap, dan dapat diuji.
Kepala BPKAD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menegaskan rekonsiliasi menjadi fondasi transparansi pengelolaan keuangan daerah. Ia menilai kualitas laporan keuangan bergantung pada akurasi data aset dan persediaan yang tercatat.
“Rekonsiliasi bukan sekadar rutinitas administrasi, tetapi merupakan instrumen untuk memastikan setiap aset dan persediaan tercatat dengan benar. Dengan begitu, laporan keuangan daerah dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” kata Ali Chandra.
Ali Chandra juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung pengurus barang dan bendahara pengeluaran. Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah membantu menekan kesalahan pencatatan sekaligus mempercepat penyelesaian jurnal.
“Kolaborasi ini adalah kunci. Dengan kerja sama lintas perangkat daerah, kita bisa meminimalisir kesalahan pencatatan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan,” pungkasnya.
Melalui rekonsiliasi berkelanjutan ini, Pemprov Sulbar menargetkan laporan keuangan semakin kredibel, mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan daerah.






