Sekda Sulbar Turun Tangan, Benahi Layanan Kesehatan dari Desa hingga RS

waktu baca 2 menit
Sekda Sulbar Junda Maulana, memimpin pertemuan teknis bersama jajaran sektor kesehatan guna merespons berbagai isu pelayanan kesehatan.

Sulbar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat merespons sorotan terhadap layanan kesehatan yang kerap menyeruak.

Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, langsung memimpin rapat teknis untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga, terutama di puskesmas dan rumah sakit provinsi.

Rapat berlangsung di Mamuju, Jumat (27/3), dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) serta manajemen rumah sakit provinsi. Forum ini menjadi langkah korektif sekaligus konsolidasi menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

Junda menegaskan, sektor kesehatan tidak boleh mengalami penurunan mutu karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat dan terukur dalam menyelesaikan setiap persoalan layanan.

Fokus pembahasan mengarah pada sejumlah isu krusial. Salah satunya pelayanan kesehatan ibu dan anak di Desa Kopeang, wilayah kerja Puskesmas Tapalang. Pemerintah menilai perlu penguatan layanan hingga tingkat desa, termasuk penataan tenaga kesehatan dan kesiapan fasilitas.

Selain itu, pengelolaan ambulans menjadi perhatian serius. Sistem operasional harus responsif agar mampu menjangkau wilayah dengan akses terbatas. Ketersediaan armada menjadi faktor penting dalam menjamin layanan rujukan berjalan cepat.

Persoalan lain yang mengemuka ialah ketersediaan obat di rumah sakit provinsi. Pemerintah menekankan pentingnya manajemen logistik yang ketat untuk mencegah kekosongan stok yang berpotensi mengganggu pelayanan pasien.

Langkah pembenahan ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menempatkan layanan kesehatan sebagai pilar utama peningkatan kualitas sumber daya manusia.

error: Content is protected !!