Dispusip Mamuju Dongkrak Minat Baca SDN Sampakara, Antusiasme Siswa Lampaui Ekspektasi
Mamuju – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju memacu budaya literasi baca siswa SDN Sampakara dengan mengerahkan layanan perpustakaan keliling, Selasa (14/4).
Program jemput bola ini menjadi strategi konkret untuk mendekatkan akses buku, sekaligus menekan ketergantungan pelajar pada gawai.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kepala Dispusip Syarifuddin bersama tujuh petugas. Mereka membawa ratusan buku untuk mendekatkan akses literasi ke lingkungan sekolah.
Intensifikasi layanan perpustakan keliling diusung agar siswa bersentuhan langsung dengan buku. Upaya ini tidak lain untuk memantik siswa agar aktivitas membaca menjadi sebuah kebiasaan.

Kepala Dispusip Mamuju, Syarifuddin menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi upaya membangun motivasi belajar sejak dini. Ia ingin anak-anak lebih akrab dengan buku daripada telepon genggam.
Menurut pria yang akrab disapa Syarif itu, peningkatan literasi harus dimulai dari dorongan yang kuat agar anak memiliki keinginan membaca secara mandiri.
“Kita ingin meningkatkan motivasi anak kita, bahwa membaca itu sangat perlu sekali dalam menambah wawasan. Kita turun dengan harapan, ke depan anak-anak kita tidak tergantung pada media, yaitu HP. Akan tetapi, ada keinginan, ada motivasi dalam menambah wawasan,” ujar Syarif di sela-sela layanannya.
Respons siswa melampaui ekspektasi. Antusiasme terlihat saat anak-anak mengerumuni mobil layanan. Mereka berbondong-bondong mencari buku disukainya untuk dibaca. Ada yang menikmati bacaan di depan kelas, pelataran sekolah hingga pos jaga.
Bahkan, kata Syarif, di antara mereka terpaksa berebut buku lantaran menyukai bacaan yang sama. Ini menandakan pendekatan langsung mampu membangkitkan minat baca yang selama ini terpendam.
“Luar biasa sambutannya. Ini bukti bahwa kita ini perlu pendekatan yang lebih dekat lagi, supaya motivasinya dalam membaca buku lebih tinggi lagi dalam rangka mewujudkan cita-citanya ke depan,” ucapnya.

Meski cukup berdampak, Dispusip belum mampu menjangkau seluruh sekolah akibat keterbatasan. Kunjungan masih difokuskan pada titik-titik tertentu di setiap kecamatan. Ke depan, ia menargetkan program ini berjalan lebih rutin agar dampaknya berkelanjutan.
“Saya berkeinginan kunjungan ini rutin setiap bulan dan menyasar seluruh sekolah SD dan SMP sederajat supaya lebih termotivasi lagi. Hanya karena keterbatasan, kita tidak bisa jangkau semuanya. Tapi kami tetap berupaya ada sampel (sekolah, red) yang kami kunjungi di setiap kecamatan,” ungkap Syarif.
Pihak sekolah menyambut program ini sebagai dorongan penting di tengah keterbatasan sarana. Kepala SDN Sampakara, Ernawati Syarifuddin, menilai kehadiran perpustakaan keliling mampu mengangkat kembali semangat belajar siswa yang sempat menurun.
Ia mengungkapkan, koleksi buku di sekolah tidak lagi memadai setelah banyak rusak akibat banjir beberapa tahun lalu. Karena itu, dukungan dari Dispusip dinilai sangat krusial.
“Kami sangat mengapresiasi karena memberikan motivasi kepada anak-anak untuk membaca. Apalagi dari mutu pendidikan agak menurun dari tahun lalu, sehingga kehadiran perpustakaan keliling dapat membantu kami dalam meningkatkan literasi anak-anak,” beber Ernawati.
Ia berharap kunjungan perpustakaan keliling dapat lebih intens. Begitu pula harapan atas kucuran bantuan buku agar semangat membaca siswa tidak kembali meredup.
“Harapan kami itu supaya motivasi dan minat baca siswa kami lebih meningkat lagi,” harapnya.
Dorongan literasi melalui perpustakaan keliling ini menegaskan peran aktif pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pendidikan. Dengan akses bacaan yang lebih dekat, peluang mencetak generasi gemar membaca di Mamuju semakin terbuka.


