MF Taekwondo Mamuju Borong Medali di Kejuaraan Nasional Piala KONI Pusat
Mamuju – Tim MF Taekwondo Mamuju mencatat prestasi gemilang pada ajang PATRIOT Indonesia Taekwondo Championship Piala KONI Pusat di GOR Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/5).
Kontingen asal Sulawesi Barat itu tampil impresif dengan memborong medali pada nomor kyorugi atau tarung. Dari tujuh atlet yang turun bertanding, seluruhnya berhasil menyumbang medali bagi tim.
Kejuaraan nasional tersebut mempertemukan ratusan atlet taekwondo dari berbagai daerah di Indonesia. Persaingan ketat antardaerah membuat capaian MF Taekwondo menjadi indikator positif bagi perkembangan pembinaan olahraga bela diri di Mamuju.
Dua atlet MF Taekwondo berhasil merebut medali emas, yakni Tri Widiantoro dan Muhammad Zafran. Sementara tiga medali perak diraih Muhammad Arsya Pranadipa, Ashabul Kahfi, dan Muhammad Gilang. Adapun Ari Rizki serta Muhammad Ali Ardiansyah masing-masing menyumbang medali perunggu.
Pelatih MF Taekwondo, Muh. Fajrin, menilai capaian tersebut lahir dari proses latihan dan konsistensi pembinaan atlet selama ini.
“Alhamdulillah pada kejuaraan PATRIOT INDONESIA TAEKWONDO CHAMPIONSHIP PIALA KONI PUSAT bisa meraih juara,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut memberi motivasi kepada para atlet sebelum bertanding, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
“Terima kasih atas doa dan dukungannya kepada semua pihak yang telah memberikan support, termasuk Bapak Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang secara langsung menerima kami di ruangannya untuk memberikan dukungan dan doa,” katanya.
Menurut Fajrin, hasil tersebut bukan menjadi titik akhir. Ia menegaskan timnya tengah bersiap menghadapi agenda kejuaraan lain dengan level persaingan yang lebih tinggi.
“Juara ini bukan berhenti di sini, tapi ini adalah langkah awal menuju event selanjutnya. Insya Allah kami juga akan mengikuti kejuaraan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Prestasi MF Taekwondo memperlihatkan potensi atlet muda Sulawesi Barat untuk bersaing pada level nasional. Konsistensi pembinaan, dukungan pemerintah, dan partisipasi pada turnamen nasional dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas atlet daerah di masa mendatang.





