Seleksi Polri Diawasi Ketat, Wakapolda Sulbar: Tak Ada Ruang Intervensi

waktu baca 2 menit

Sulbar – Polda Sulawesi Barat (Sulbar ) menegaskan komitmen kuat dalam menjaga integritas seleksi penerimaan anggota Polri.

Wakapolda Sulbar Brigjen Pol Hari Santoso memastikan seluruh proses berjalan transparan, objektif, dan berbasis kompetensi tanpa ruang intervensi dari pihak mana pun.

Penegasan itu disampaikan saat apel pagi di lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Senin (20/4/2026). Ia mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada janji kelulusan dari oknum tertentu.

“Kami tegaskan, penerimaan polisi baru tidak ada lagi yang boleh bermain-main. Jangan percaya pada iming-iming janji bisa meluluskan. Kapolda maupun saya sendiri tidak bisa membantu. Seleksi ini murni ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi setiap peserta,” tegasnya.

Hari menekankan, seluruh tahapan seleksi berada di bawah kendali Mabes Polri dengan sistem terukur dan ketat. Mekanisme itu menutup peluang manipulasi hasil, sekaligus memastikan setiap peserta bersaing secara adil.

Ia juga menyoroti praktik percaloan yang masih kerap muncul saat proses rekrutmen. Menurutnya, oknum hanya memanfaatkan situasi dengan menawarkan janji palsu yang berujung merugikan peserta dan keluarga.

“Banyak oknum yang hanya menembak di atas kuda atau untung-untungan. Mereka hanya menjanjikan hal-hal manis yang pada akhirnya justru merugikan masyarakat dan orang tua yang sudah mempercayakan harapannya,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta calon peserta dan orang tua fokus pada persiapan diri, bukan mencari jalan pintas. Kelulusan, kata dia, sepenuhnya bergantung pada kemampuan masing-masing.

Selain itu, Wakapolda kembali menegaskan bahwa pendaftaran Polri tidak memungut biaya. Ia meminta masyarakat waspada terhadap pihak ketiga yang menawarkan jasa kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Percayakan pada diri sendiri, maksimalkan kemampuan di setiap tahapan tes. Jangan mudah tergiur rayuan oknum yang menjanjikan kelulusan instan,” tambahnya.

Di sisi lain, Polda Sulbar juga memperketat pengamanan di lingkungan markas selama proses penerimaan berlangsung. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat di area Mapolda.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan agar situasi tetap kondusif dan terkontrol,” pungkasnya.