Perpusip Sulbar Dorong Akreditasi, Targetkan Perpustakaan Naik Kelas dan Lebih Profesional
Sulbar – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Sulawesi Barat mendorong percepatan akreditasi perpustakaan sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas layanan literasi.
Upaya ini menyasar pengelola perpustakaan sekolah, desa, hingga komunitas agar mampu memenuhi standar nasional.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan tingkat Kabupaten Mamuju yang berlangsung di Aula Perpusip Sulbar, Jalan Martadinata, Selasa (21/4).
Sebanyak 50 peserta terlibat, mulai dari pengelola perpustakaan SD, SMP, desa, hingga Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, menegaskan akreditasi bukan sekadar kewajiban administratif. Ia menempatkan proses tersebut sebagai instrumen penting untuk memastikan kualitas layanan perpustakaan terus meningkat.
“Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi merupakan upaya sistematis untuk memastikan bahwa perpustakaan mampu memberikan layanan yang berkualitas, profesional, dan sesuai standar nasional,” ujar Mustari Mula.
Menurut dia, keberhasilan kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan teknis. Ia menekankan pentingnya dampak nyata setelah kegiatan, terutama kesiapan perpustakaan untuk mengajukan akreditasi.
“Output Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan ini memang 50 peserta mengikuti kegiatan ini satu hari penuh. Namun, yang lebih penting adalah outcome-nya, yaitu seberapa banyak perpustakaan yang setelah mengikuti kegiatan ini terdorong dan siap mengajukan akreditasi,” ucapnya.
Perpusip Sulbar melihat penguatan kelembagaan perpustakaan sebagai kunci peningkatan literasi masyarakat. Dengan standar layanan yang jelas, perpustakaan diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang belajar yang inklusif dan relevan.
Kegiatan ini juga melibatkan unsur pemerintah daerah, termasuk perwakilan Dinas Perpustakaan Kabupaten Mamuju serta Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mempercepat peningkatan kualitas perpustakaan di daerah.
Program ini sejalan dengan agenda pembangunan daerah melalui Gerakan Sulbar Mandarras yang menempatkan literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.





