Polsek Tapalang Amankan ODGJ Terduga Pelaku Pembacokan, Korban Alami Luka Serius di Wajah

waktu baca 3 menit

Mamuju – Personel Polsek Tapalang bergerak cepat mengamankan terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang yang terjadi di Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (2/6) dini hari.

Kapolsek Tapalang, Iptu Amiruddin, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga terkait aksi penganiayaan yang menyebabkan seorang warga mengalami luka serius.

Saat tiba di tempat kejadian, petugas menemukan korban bernama Ardin dalam kondisi terluka pada bagian wajah dan mulut akibat tebasan senjata tajam. Polisi kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis.

“Saat tiba di lokasi kejadian, petugas mendapati korban bernama Ardin mengalami luka cukup serius pada bagian wajah dan mulut akibat tebasan senjata tajam. Korban kemudian segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Iptu Amiruddin.

Setelah memastikan korban memperoleh perawatan, polisi segera melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melarikan diri ke kawasan hutan. Hasil penyelidikan awal menunjukkan terduga pelaku merupakan seorang perempuan berinisial KS (66) yang diketahui berstatus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Menurut keterangan yang dihimpun polisi, insiden bermula ketika orang tua korban meninggalkan rumah untuk menuju masjid saat waktu subuh. Tidak lama berselang, KS diduga masuk ke rumah korban yang saat itu sedang tertidur di ruang tamu.

“Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat orang tua korban keluar rumah menuju masjid pada waktu subuh. Tidak lama kemudian, terduga pelaku tiba-tiba muncul dan masuk ke dalam rumah korban. Saat itu korban sedang terbaring tidur di ruang tamu. Terduga pelaku diduga langsung melakukan penyerangan menggunakan parang secara membabi buta hingga mengakibatkan korban mengalami luka serius,” ujar Kapolsek.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya pengawasan dan penanganan terhadap individu yang mengalami gangguan kejiwaan, terutama yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun masyarakat sekitar. Dalam konteks keamanan publik, respons cepat aparat menjadi faktor penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Polisi akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan KS di kawasan hutan tidak lama setelah kejadian. Keberhasilan itu merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan personel Polsek Tapalang sesaat setelah menerima laporan.

“Berkat respons cepat dan upaya pencarian yang dilakukan personel Polsek Tapalang, terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan di kawasan hutan tidak lama setelah kejadian. Selanjutnya, yang bersangkutan akan diserahkan kepada Satreskrim Polresta Mamuju atau instansi terkait, guna mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi kejiwaannya,” tambahnya.

Saat ini, kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya.

Kapolsek Tapalang juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor kepada aparat kepolisian apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa tersebut, sementara korban masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya,” ungkap Iptu Amiruddin.