Inflasi Sulbar 2,29 Persen, Terendah Secara Nasional pada Juni 2026
Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Sulawesi Barat pada Juni 2026 sebesar 2,29 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah di Indonesia sekaligus merupakan tingkat inflasi terendah yang dicapai provinsi itu dalam tiga tahun terakhir.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengatakan capaian tersebut merupakan hasil berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan. Menurut dia, upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan melalui sejumlah program, termasuk pelaksanaan pasar murah.
“Saya kira itu bagian daripada upaya kita selama ini, kita selalu menjaga inflasi kita, utamanya bahan-bahan pokok dengan pasar murah dan lain sebagainya. Olehnya itu kita bisa jaga,” kata Suhardi Duka seusai memimpin rapat evaluasi bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (2/7).
Selain membahas perkembangan inflasi, rapat tersebut mengevaluasi pelaksanaan program pemerintahan selama Gubernur menjalankan tugas di Jakarta dalam sekitar 20 hari terakhir.
Suhardi Duka mengatakan roda pemerintahan tetap berjalan sesuai rencana selama dirinya berada di luar daerah. Ia menilai koordinasi antarpimpinan perangkat daerah dan Sekretaris Daerah berjalan efektif sehingga program prioritas tetap terlaksana.
“Hari ini saya rapat untuk mendapatkan laporan dan evaluasi. Alhamdulillah walaupun saya tidak ada tapi berjalan semua dengan baik. Tidak ada yang ditinggalkan, tidak ada yang terbengkalai, semua sesuai dengan target dan rencana pencapaian. Jadi saya pikir tidak ada masalah walaupun saya tidak ada, ada Pak Sekda. Ada semua teman-teman di sini,” ujar SDK.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjadikan pengendalian inflasi sebagai salah satu fokus kebijakan daerah. Selain menjaga ketersediaan bahan pangan, pemerintah juga melakukan intervensi pasar ketika terjadi gejolak harga pada sejumlah komoditas.
Capaian inflasi sebesar 2,29 persen menunjukkan stabilitas harga di Sulawesi Barat tetap terjaga pada Juni 2026. Pemerintah daerah berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan melalui penguatan koordinasi pengendalian inflasi dan pemantauan pasokan kebutuhan pokok secara berkala.






