Api Karhutla Sumare Merangsek ke Permukiman, 3 Hektare Terbakar

waktu baca 2 menit

Mamuju — Kebakaran hutan dan lahan menghanguskan sekitar tiga hektare kebun warga di Dusun Lambagu, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (25/8).

Api sempat mengancam permukiman. Titik kebakaran hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah warga.

Informasi kebakaran masuk sekitar pukul 13.05 Wita. Personel gabungan Polresta Mamuju, Polda Sulbar, TNI, BPBD, Damkar, dan pemerintah daerah langsung bergerak menuju lokasi.

Mereka sebelumnya menangani karhutla di Rangas Barat. Petugas kemudian mengalihkan armada menuju Sumare setelah menerima laporan kebakaran.

Petugas tiba sekitar pukul 13.30 Wita. Api telah membakar kebun masyarakat yang banyak ditumbuhi pohon jati.

Jarak api dengan permukiman membuat petugas memprioritaskan pemadaman pada sisi yang berpotensi menjalar menuju rumah warga.

Armada tangki air, mobil pemadam kebakaran, dan water cannon Polresta Mamuju kemudian dikerahkan. Petugas berhasil mengendalikan api sekitar pukul 14.20 Wita.

Pemadaman belum langsung berakhir. Petugas melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran.

Sejumlah titik masih mengeluarkan asap dan menyimpan bara. Personel gabungan terus memantau kawasan tersebut.

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi melalui personel lapangan menyebut penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Aparat mengingatkan warga agar tidak membakar lahan saat membuka atau membersihkan kebun.

“Masyarakat segera melapor jika menemukan titik api,” ujar Ferdyan.

Kebakaran Sumare menunjukkan ancaman karhutla bukan hanya soal luasan lahan yang terbakar. Jarak api dengan permukiman menjadi risiko lain yang dapat berubah cepat ketika angin memperkuat rambatan api.

Respons cepat petugas kali ini berhasil mencegah api menjangkau kawasan hunian. Namun, bara yang masih tersisa membuat pemantauan tetap menjadi bagian penting setelah api utama berhasil dipadamkan.

Putar suara