HMI Desak Pertamina Audit Solar Subsidi SPBU Simbuang
Mamuju — Dugaan ketimpangan penyaluran solar subsidi di SPBU Simbuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, memicu aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju, Kamis (8/10).
Massa menyoroti sebuah mobil Isuzu Panther merah yang diduga berulang kali mengisi solar subsidi ketika stok untuk masyarakat disebut telah habis.
Sorotan HMI berawal dari laporan masyarakat serta foto dan video yang beredar di media sosial. Dokumentasi itu memperlihatkan kendaraan tersebut melakukan pengisian solar di SPBU Simbuang. Massa juga mempertanyakan dugaan aktivitas pengisian tanpa mengikuti antrean kendaraan lain.
Koordinator aksi, Irwan, menilai dugaan perbedaan perlakuan tersebut perlu mendapat penjelasan. Pasalnya, masyarakat harus mengantre untuk memperoleh solar subsidi, sementara kendaraan yang menjadi sorotan disebut dapat keluar-masuk area SPBU untuk mengisi BBM.
“Kami menyayangkan ketika masyarakat harus mengantre, tetapi ada kendaraan yang diduga bisa melakukan pengisian tanpa mengikuti antrean seperti kendaraan lainnya,” kata Irwan dalam orasinya.
Persoalan ini tidak cukup dijawab dengan penjelasan lisan. Mereka mendesak PT Pertamina memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) dan data transaksi pengisian BBM untuk menguji kebenaran laporan masyarakat.
Massa menyebut foto dan video yang beredar menunjukkan mobil Panther merah mengisi solar pada waktu yang diklaim sebagai jam tutup pelayanan. Mereka juga menduga aktivitas tersebut berlangsung berulang kali.
Namun, dugaan itu masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan data dan keterangan pihak terkait. Dokumentasi yang beredar belum dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi.
HMI menilai Pertamina perlu menjelaskan hasil pemeriksaan secara transparan. Jika ditemukan pelanggaran, mereka meminta perusahaan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain mempertanyakan mekanisme pengisian, HMI menyoroti peruntukan solar subsidi yang diduga diperoleh kendaraan tersebut. Massa menduga BBM itu berpotensi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga ditimbun atau disalurkan kembali kepada pihak perusahaan.
Dugaan tersebut menjadi salah satu alasan HMI meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti persoalan ini. Mereka mendesak pemeriksaan berlangsung terbuka dan tidak tebang pilih apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
HMI juga mengingatkan bahwa distribusi solar subsidi harus menjamin akses masyarakat yang berhak. Penyaluran yang tidak sesuai ketentuan berpotensi merugikan konsumen yang bergantung pada BBM bersubsidi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Massa meminta siapa pun yang terbukti melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi diproses sesuai hukum. Mereka juga mendesak Pertamina memastikan distribusi solar di SPBU Simbuang berjalan transparan dan sesuai aturan.
Setelah menyampaikan tuntutan, massa membubarkan diri dengan tertib. Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju mengawal aksi untuk menjaga keamanan dan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung kondusif.




