Gerakan Pangan Murah di Mamuju Diserbu Warga, DKP Sulbar Jual Ikan Segar di Bawah Harga Pasar
Mamuju — Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan terus bergerak di lapangan.
Melalui Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar menghadirkan ikan bandeng dan udang windu bersubsidi yang dijual di bawah harga pasar.
Program yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Sumare, Minggu (2/8), langsung menarik perhatian warga. Sejak pagi, masyarakat memadati sejumlah stan pangan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, termasuk produk perikanan yang menjadi salah satu komoditas unggulan dalam kegiatan tersebut.
Melalui Bidang Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PB-PDSPKP), DKP Sulbar menyediakan 60 kilogram ikan bandeng dengan harga Rp30.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar yang berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Selain itu, DKP Sulbar juga menghadirkan 40 kilogram udang windu dengan harga Rp30.000 per setengah kilogram. Di pasaran, komoditas tersebut umumnya dijual sekitar Rp35.000 per setengah kilogram.
Kehadiran produk perikanan dalam Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan menekan beban pengeluaran rumah tangga. Program ini juga menjadi strategi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein berkualitas sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai bagian dari penguatan gizi keluarga.
Gerakan Pangan Murah merupakan program yang digagas Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Sekretaris Provinsi Junda Maulana dalam menjaga stabilitas pangan serta memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain komoditas perikanan, masyarakat juga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok lain dengan harga yang lebih rendah dibandingkan pasar. Dinas Pangan Daerah Sulbar berkolaborasi dengan Perum Bulog menyediakan beras murah, sementara sejumlah BUMN dan sektor swasta turut memberikan dukungan sebagai bentuk sinergi menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan daerah.
Secara akademik, kolaborasi lintas sektor dalam Gerakan Pangan Murah menunjukkan pendekatan pembangunan pangan yang tidak hanya berfokus pada distribusi komoditas, tetapi juga membangun ekosistem ketahanan pangan berbasis partisipasi. Keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pelaku usaha mencerminkan model pembangunan yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mamuju Abdul Rasyid. Pemerintah Provinsi Sulbar diwakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bau Akram Dai serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulbar M. Ridwan Djafar.
Sementara itu, Kepala Bidang PB-PDSPKP DKP Sulbar, Fachrul Andi Odang, hadir mewakili Kepala DKP Sulbar sekaligus mengoordinasikan partisipasi jajaran dinas dalam kegiatan tersebut.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan, khususnya pemerintah dan masyarakat Desa Sumare yang memberikan dukungan penuh sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Tidak hanya menghadirkan pangan murah, kegiatan tersebut juga berlangsung semarak melalui penampilan sanggar seni lokal dan berbagai kreativitas mahasiswa KKN UGM. Suasana itu menjadikan Gerakan Pangan Murah bukan sekadar agenda distribusi bahan pokok, tetapi juga ruang interaksi sosial yang memperkuat kolaborasi antarlembaga dan masyarakat.
Menutup kegiatan, Fachrul Andi Odang menegaskan bahwa keterlibatan DKP Sulbar merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk perikanan yang berkualitas dan terjangkau.
“Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin mendekatkan hasil perikanan kepada masyarakat, memberikan pilihan pangan bergizi dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan di Sulawesi Barat. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Fachrul.



