PLN UID Sulselrabar Salurkan Beasiswa bagi 59 Santri Tahfiz di Mamuju, Dorong Penguatan SDM Berbasis Nilai Keagamaan
Mamuju – PT PLN (Persero) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan beasiswa pendidikan kepada 59 santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
Penyerahan beasiswa berlangsung dalam kunjungan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, bersama jajaran manajemen PLN UID Sulselrabar. Kegiatan itu turut melibatkan Manager PLN UP3 Mamuju dan Ketua YBM PLN Mamuju.
Bantuan pendidikan tersebut menyasar para santri tahfiz yang tengah menempuh pendidikan sekaligus menghafal Al-Qur’an. Selain membantu kebutuhan pendidikan, program ini juga bertujuan memperkuat semangat belajar dan mendorong lahirnya generasi yang memiliki kapasitas akademik serta fondasi moral yang kuat.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menegaskan bahwa YBM PLN hadir sebagai sarana untuk memperluas manfaat sosial yang bersumber dari kepedulian insan PLN kepada masyarakat.
“Kami berharap bantuan beasiswa ini dapat memberikan motivasi kepada para santri untuk terus berprestasi, menjaga semangat dalam menghafal Al-Qur’an, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edyansyah, pembangunan bangsa tidak hanya memerlukan generasi yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karena itu, dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan menjadi investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Di tengah tantangan perkembangan zaman, pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan spiritual. Kehadiran beasiswa tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar bagi para santri sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan berbasis keagamaan.
Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PLN melalui YBM PLN. Ia menilai bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para santri dan menjadi bentuk kolaborasi yang positif antara dunia usaha dan lembaga pendidikan.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya membantu keberlangsungan pendidikan santri, tetapi juga memperkuat upaya pesantren dalam mencetak generasi Qurani yang unggul, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Melalui program beasiswa pendidikan, PLN menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kelistrikan, tetapi juga sebagai perusahaan yang aktif mendorong pembangunan sosial. Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh sektor pendidikan, keagamaan, ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dan pembangunan manusia merupakan dua aspek yang saling melengkapi. Di saat PLN menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat, perusahaan juga berupaya menanamkan investasi jangka panjang melalui penguatan kualitas generasi penerus bangsa.




