SPBE Jadi Tolok Ukur Kinerja, Pemprov Perketat Evaluasi Website Terintegrasi Sulbar Digital
Sulbar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat transformasi digital melalui evaluasi pengelolaan website terintegrasi Sulbar Digital di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi publik.
Memasuki triwulan III Tahun Anggaran 2026, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfoss) Sulbar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap produktivitas konten dan implementasi fitur terbaru dalam sistem pengelolaan website terintegrasi tersebut.
Kepala Bidang Kemitraan dan Publikasi Media (KPM) Diskominfoss Sulbar, Dian Afrianty, menilai pengelolaan website OPD menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, peningkatan kualitas layanan digital tetap menjadi fokus utama agar kebutuhan informasi masyarakat dapat terlayani secara optimal.
“Salah satunya dengan menghadirkan fitur terbaru untuk penginputan bahan konten dan produksi. Fitur ini telah disosialisasikan secara bertahap kepada seluruh OPD,” ujar Dian.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya mengukur kuantitas publikasi, tetapi juga menilai sejauh mana OPD mampu beradaptasi dengan sistem dan fitur baru yang telah dikembangkan.
“Kami berharap fitur terbaru ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masing-masing OPD guna meningkatkan kualitas pengelolaan website mereka,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kominfoss Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa pengelolaan website pemerintah kini memiliki posisi strategis dalam penilaian SPBE. Indikator tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur tingkat kematangan transformasi digital birokrasi di lingkungan Pemprov Sulbar.
Ridwan menjelaskan, hasil penilaian SPBE juga berkorelasi dengan aspek kinerja perangkat daerah, termasuk implikasinya terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada masing-masing OPD.
Karena itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka terus mendorong seluruh perangkat daerah mempercepat transformasi digital guna memperkuat kualitas pelayanan publik. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada penguatan transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi pemerintah.
“Salah satunya pelayanan melalui pengelolaan website terintegrasi Sulbar Digital maupun pengelolaan media sosial resmi sebagai kanal informasi publik. Langkah digitalisasi ini sangat penting untuk membangun dan menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah,” pungkas Ridwan.





