Suhardi Duka Soroti IPAL Taspen Mamuju, Dinilai Layak Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan
Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka menilai kehadiran Gedung Kantor PT Taspen Cabang Mamuju bukan sekadar penambahan infrastruktur pelayanan, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Penilaian itu disampaikan saat meresmikan kantor baru PT Taspen Cabang Mamuju di Jalan Martadinata, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Rabu (17/6). Peresmian tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Taspen, Rony Hanityo Aprianto, bersama jajaran manajemen dan sejumlah pemangku kepentingan.
Suhardi Duka menyebut gedung baru itu memiliki kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang pelayanan kepada peserta Taspen di Sulawesi Barat. Menurutnya, keberadaan sarana pelayanan yang representatif menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas layanan publik, terutama bagi peserta aktif maupun pensiunan.
“Gedung ini sangat representatif untuk melayani kurang lebih 60 ribu peserta Taspen di Sulawesi Barat. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Suhardi Duka.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan fasilitas yang modern dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pelayanan negara. Karena itu, kehadiran kantor baru Taspen diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, nyaman, dan mudah diakses.
Namun, perhatian gubernur tidak hanya tertuju pada aspek pelayanan. Ia justru menyoroti konsep pembangunan gedung yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Menurut Suhardi Duka, penerapan IPAL menunjukkan kesadaran institusi terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Sistem tersebut memastikan limbah hasil aktivitas perkantoran terlebih dahulu melalui proses pengolahan sebelum dimanfaatkan kembali atau dialirkan ke lingkungan.
“Yang menarik dari gedung ini adalah perhatian terhadap aspek lingkungan. Limbah yang dihasilkan tidak dibuang begitu saja, tetapi diolah melalui IPAL sehingga aman dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan tersebut layak menjadi rujukan bagi pembangunan fasilitas publik maupun gedung perkantoran lain di Sulawesi Barat. Pembangunan, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada fungsi dan estetika, tetapi juga harus memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan.
“Ini menjadi contoh yang baik bagi gedung-gedung lain di Sulawesi Barat agar pembangunan tidak hanya memperhatikan fungsi pelayanan, tetapi juga aspek pelestarian lingkungan,” tambahnya.
Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, penerapan teknologi pengelolaan limbah pada fasilitas pelayanan publik menjadi salah satu indikator penting. Selain menjaga kualitas lingkungan, langkah tersebut juga memperkuat praktik tata kelola yang bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.
Sementara itu, Direktur Utama PT Taspen, Rony Hanityo Aprianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terhadap pengembangan layanan Taspen di daerah tersebut.
Menurut Rony, kantor baru itu menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, adaptif, dan sesuai kebutuhan peserta.
“Peresmian kantor ini menandai kehadiran Taspen yang semakin dekat dengan peserta di Sulawesi Barat. Ini merupakan awal baru bagi Taspen untuk terus bertransformasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik di masa depan,” ujar Rony.
Ia menjelaskan, layanan Taspen juga diperkuat oleh Bank Mandiri Taspen sebagai perusahaan afiliasi yang memberikan kemudahan akses layanan keuangan bagi peserta dan pensiunan. (ADV)



