Era Baru Karier ASN Sulbar, Data Jadi Penentu Promosi dan Mutasi
Mamuju – Pemprov Sulbar mengubah pola promosi dan mutasi ASN. Kini mengusung kebijakan sistem merit berbasis manajemen talenta dengan ketentuan data pegawai akurat dan mutakhir.
Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, menyatakan kebijakan ini bakal gagal jika ASN abai memperbarui data pribadi. Ia menilai kualitas basis data MyASN masih jauh dari ideal dan berpotensi menyingkirkan ASN yang sebenarnya kompeten.
“Setelah kita pelajari data di MyASN, masih terlihat banyak ASN yang belum meng-update data mereka. Akibatnya, data ASN belum sepenuhnya akurat dan ini berdampak langsung pada penerapan manajemen talenta,” ujar Junda.
Manajemen talenta, kata Junda, menuntut rekam jejak ASN tercatat lengkap. Sistem ini memetakan kompetensi berdasarkan pendidikan formal dan nonformal, pelatihan, pengalaman jabatan, hingga penghargaan. Tanpa data tersebut, sistem tak mampu membaca potensi aparatur secara objektif.
“Kalau data ini tidak lengkap, maka sangat sulit melakukan pemetaan talenta. Yang dirugikan tentu ASN itu sendiri, karena bisa saja tidak terpetakan saat proses promosi atau mutasi,” tegasnya.
Junda mengungkap fakta krusial dari hasil pemetaan sementara. Dari sembilan kolom klasifikasi talenta, kolom 7, 8, dan 9 menjadi zona inti pengisian jabatan strategis. Namun jumlah ASN yang masuk kategori tersebut masih sangat minim.
“Bahkan untuk pejabat pimpinan tinggi, di kolom 9 baru dua orang yang datanya lengkap. Ini bukan berarti ASN lain tidak kompeten, tetapi karena data mereka belum ter-input secara maksimal,” jelasnya.
Situasi ini mendorong Pemprov Sulbar memberi tenggat tegas. Seluruh ASN wajib menuntaskan pemutakhiran data paling lambat akhir Februari 2025. Mulai Maret, hasil pemetaan akan masuk tahap evaluasi dan menjadi bahan laporan kepada pimpinan daerah sebagai dasar promosi dan mutasi sesuai kebijakan Badan Kepegawaian Negara.
Sekda juga menekan peran pimpinan OPD agar tidak pasif. Ia meminta kepala perangkat daerah mendorong bawahannya aktif mengisi data, sekaligus menyiapkan mekanisme reward dan punishment sebagai penguat sistem merit.
“Jangan menunda-nunda. Segera lengkapi seluruh data kompetensi diri. BKPSDM bersama tim akan melakukan pendampingan langsung ke OPD-OPD agar proses penginputan berjalan optimal,” pungkasnya.
Pemprov Sulbar kini mengirim pesan jelas kepada seluruh ASN: karier tidak lagi bergantung pada kedekatan, melainkan pada data, kinerja, dan kompetensi yang terbaca sistem.





