Polda Sulbar Genjot Tanam Jagung, Perkuat Agenda Swasembada Pangan di Daerah
Sulbar — Polda Sulawesi Barat mulai memperkuat dukungan terhadap agenda swasembada pangan nasional lewat aksi tanam jagung di daerah.
Langkah itu terlihat seusai jajaran Polda Sulbar mengikuti kegiatan tanam raya jagung serentak kuartal I 2026 secara daring yang dipimpin Kapolri.
Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta kemudian memimpin penanaman jagung bersama jajaran dan sejumlah pejabat terkait di halaman Joglo Balanipa Polda Sulbar, Sabtu (7/2).
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu. Antara lain Danrem 142/Tatag, Kepala Dinas Pertanian Sulbar, Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulbar, serta Kepala Bulog Cabang Mamuju.
Aksi tanam jagung itu bukan sekadar kegiatan seremonial. Polda Sulbar menempatkannya sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi pangan daerah, terutama untuk menjawab kebutuhan jagung yang terus meningkat, baik untuk konsumsi maupun pakan ternak.
Kapolda menjelaskan, program tersebut juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang mendorong penguatan ketahanan pangan dari daerah. Selain menopang pasokan, langkah itu membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan petani.
Di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda, penguatan sektor pangan kian menjadi kebutuhan strategis. Karena itu, penanaman jagung juga masuk dalam skema yang lebih luas, yakni membangun kemandirian pangan dan energi sekaligus menggerakkan ekonomi desa serta daerah.
Data Polda Sulbar menunjukkan, target luas tanam jagung di Sulawesi Barat sepanjang 2026 mencapai 500 hektare. Hingga awal Maret, realisasi tanam baru menyentuh sekitar 178 hektare. Angka itu menunjukkan masih perlunya percepatan agar target yang ditetapkan bisa tercapai hingga akhir tahun.
Dari sisi pendampingan, Polri juga ikut membina 368 kelompok tani dari total 602 kelompok tani yang tersebar di wilayah Sulbar. Keterlibatan aparat dalam pembinaan itu memperlihatkan bahwa program ketahanan pangan kini tidak hanya mengandalkan sektor pertanian, tetapi juga dukungan lintas lembaga.
Sementara itu, Bulog menargetkan serapan jagung pada 2026 naik menjadi sekitar 1.150 ton. Pada tahun sebelumnya, serapan tercatat 900 ton. Target tersebut mendapat dukungan tambahan lewat pengoperasian gudang Bulog baru di Polewali Mandar. Kehadiran fasilitas itu diharapkan memperkuat rantai penyimpanan dan distribusi hasil panen petani.
Dengan capaian tanam yang masih perlu dikejar dan target serapan yang meningkat, langkah Polda Sulbar ini menjadi sinyal bahwa agenda swasembada pangan memerlukan kerja bersama yang konsisten. Tanpa percepatan tanam, pendampingan petani, dan jaminan penyerapan hasil panen, target besar kemandirian pangan akan sulit terwujud di tingkat daerah.





