Operasi Ketupat Marano 2026 Berakhir, Kriminalitas Turun tapi Fatalitas Kecelakaan Naik

waktu baca 2 menit
Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Pol Ach Imam Rifai saat memimpin press release hasil Operasi Ketupat Marano 2026.

Sulbar – Polda Sulawesi Barat menutup Operasi Ketupat Marano 2026 dengan catatan kinerja positif pada pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.  Tren kriminalitas menurun, namun lonjakan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas menjadi sorotan serius.

Dalam konferensi pers di Mapolda Sulbar, Senin (30/3), Karo Ops Polda Sulbar Kombes Pol Ach Imam Rifai menegaskan, keberhasilan operasi tak lepas dari sinergi lintas sektor yang terbangun selama pelaksanaan.

Operasi yang berlangsung pada 13–25 Maret 2026 itu melibatkan sekitar 1.000 personel gabungan. Unsur TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, BPBD, Satpol PP, hingga organisasi masyarakat seperti Pramuka dan Orari turut memperkuat pengamanan di berbagai titik strategis.

“Keberhasilan pengamanan tahun ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi maksimal di lapangan. Kehadiran seluruh elemen di pos pelayanan maupun pos pengamanan menjadi kunci terjaganya kondusivitas selama libur panjang,” kata Kombes Pol Ach Imam Rifai.

Hasil analisis dan evaluasi menunjukkan penurunan gangguan kamtibmas sebesar 8,7 persen. Jumlah kejadian turun dari 123 kasus pada 2025 menjadi 105 kasus pada 2026. Kejahatan konvensional juga menurun, dari 121 kasus menjadi 102 kasus.

Angka Kecelakaan Turun Tipis, Korban Meninggal Naik

Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan turun tipis dari 57 menjadi 56 kejadian. Tiga wilayah mencatat angka tertinggi, yakni Mamuju dengan 15 kejadian, Mamuju Tengah 12 kejadian, dan Majene 9 kejadian.

Namun, penurunan jumlah kecelakaan tidak sejalan dengan tingkat fatalitas. Korban meninggal dunia meningkat tajam menjadi 11 orang, dibandingkan 4 orang pada tahun sebelumnya. Kerugian material juga melonjak dari Rp81 juta menjadi Rp175 juta.

“Walaupun jumlah luka berat menurun dari 8 kasus menjadi 5 kasus, kenaikan angka fatalitas korban meninggal dunia ini menjadi bahan evaluasi serius bagi kami untuk pengamanan di masa mendatang,” jelasnya.

Polda Sulbar menyatakan akan menjadikan peningkatan fatalitas sebagai bahan evaluasi utama untuk perbaikan strategi pengamanan ke depan. Di sisi lain, apresiasi diberikan kepada seluruh personel dan masyarakat yang dinilai semakin disiplin selama periode mudik.

Meski operasi telah berakhir, kepolisian menegaskan layanan kepada publik tetap berjalan. Masyarakat diminta tetap waspada selama perjalanan dan segera memanfaatkan layanan darurat 110 saat menghadapi kendala di lapangan.