DPMPTSP Sulbar Konsolidasikan Tim, Pengembangan Investasi Didorong Lebih Agresif

waktu baca 2 menit
Suasana konsolidasi internal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat.

Sulbar – DPMPTSP Provinsi Sulawesi Barat memperkuat konsolidasi internal guna mengejar target kinerja. Upaya ini sekaligus mempercepat pengembangan iklim investasi yang lebih kompetitif.

Langkah itu mengemuka dalam rapat internal yang dipimpin Kepala DPMPTSP Sulbar, Kain Lotong Sembe, siang tadi. Dalam pertemuan itu, seluruh jajaran tim kerja pengembangan iklim penanaman modal.

Forum tersebut menitikberatkan penyelarasan strategi, evaluasi capaian, serta percepatan program yang berkaitan langsung dengan peningkatan daya tarik investasi daerah.

Pemerintah provinsi menilai konsolidasi internal menjadi kunci untuk menjaga ritme kerja tim di tengah tuntutan realisasi investasi yang terus meningkat.

Kain Lotong Sembe menegaskan, penguatan kinerja harus bertumpu pada soliditas tim dan kejelasan peran setiap unit kerja.

“Penguatan target kinerja harus dimulai dari soliditas internal. Setiap tim kerja memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan iklim penanaman modal yang berdaya saing dan berkelanjutan, guna mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera, sebagaimana Visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka,” kata Kain Lotong Sembe.

Ia juga menekankan pentingnya langkah terukur agar setiap program tidak hanya berjalan, tetapi mampu memberi dampak langsung terhadap peningkatan investasi.

Senada dengan itu, Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Satriawan Hasan Sulur, menyebut konsolidasi ini sebagai momentum mempertegas fokus kerja tim.

“Melalui pertemuan ini, kami kembali menegaskan pembagian peran dan fokus kerja tim, agar setiap program pengembangan iklim penanaman modal dapat berjalan secara terukur dan tepat sasaran,” jelasnya.

DPMPTSP Sulbar berharap penguatan internal ini mampu mendorong tim lebih adaptif menghadapi tantangan, sekaligus mempercepat realisasi investasi. Harapannya upaya tersebut dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.