Akademisi Ditantang Turun Gunung Jawab Problematika Daerah

waktu baca 2 menit

Majene – Sekda Sulawesi Barat, Junda Maulana, menantang kalangan akademisi mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan daerah.

Seruan itu muncul saat ia menghadiri pengukuhan guru besar tetap di STAIN Majene, Rabu (29/4/).

Junda menilai perguruan tinggi belum optimal menyentuh problem riil masyarakat. Padahal, Sulbar menghadapi tantangan serius yang butuh solusi berbasis riset.

Ia membeberkan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur hingga kualitas sumber daya manusia.

Kondisi jalan provinsi, kata dia, baru sekitar 49 persen yang layak. Dampaknya langsung terasa pada layanan dasar.

“Masih ada kejadian ibu melahirkan di jalan karena akses yang sulit. Ini menyangkut hak dasar masyarakat yang harus kita jawab bersama,” kata Junda.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,35 persen belum sepenuhnya inklusif. Angka kemiskinan masih berada di kisaran 10,1 persen, lebih tinggi dari nasional.

Persoalan makin kompleks pada sektor pembangunan manusia. Junda menyorot tingginya angka kematian ibu dan bayi, gizi buruk, serta stunting yang mencapai 35 persen.

“Artinya, dari 100 anak yang lahir, ada sekitar 35 yang berpotensi stunting. Ini tentu menjadi tantangan besar kita menuju Indonesia Emas,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai persoalan itu tidak bisa dijawab dengan pendekatan biasa. Ia meminta kampus keluar dari zona nyaman dan aktif menawarkan solusi konkret.

“Kami berharap para ilmuwan dan perguruan tinggi bisa aktif memberikan rekomendasi. Baik diminta maupun tidak, kontribusi keilmuan sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan daerah,” ucap Junda.

Junda juga menyinggung potensi konflik sosial dan dinamika politik yang bisa menghambat pembangunan jika tidak terkelola dengan baik.

Di tengah tekanan itu, ia melihat peluang besar dari kekuatan akademik Sulbar. Saat ini terdapat sekitar 82 profesor asal daerah tersebut yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini potensi besar. Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya, khususnya dalam penelitian untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.