Dubes RI di Italia Kepincut Tenun Sekomandi, Peluang Budaya Sulbar Tembus Panggung Eropa Menguat

waktu baca 3 menit

Roma – Tenun Sekomandi, salah satu warisan budaya khas Sulawesi Barat (Sulbar), kembali mencuri perhatian di panggung internasional.

Kali ini, kain tradisional asal Kalumpang tersebut mendapat apresiasi langsung dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Prof. Junimart Girsang, dalam pertemuan bersama delegasi Indonesia di Roma, Selasa (7/7).

Momentum itu berlangsung saat delegasi Sekolah Kharisma Bangsa mengikuti babak final International STEAM Olympiad 2026. Di sela kegiatan, Kepala Subbidang Promosi, Data, dan Informasi Daerah Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Nurul Farasmy, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan tenun Sekomandi sebagai salah satu produk budaya unggulan Sulbar.

Nurul yang tengah menjalani cuti tahunan untuk mendampingi putranya, Raffasya Hisyam W., menyerahkan cendera mata berupa syal tenun Sekomandi kepada Dubes RI. Penyerahan itu sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya untuk memperluas pengenalan warisan lokal Sulawesi Barat di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Nurul memaparkan nilai historis dan proses pembuatan tenun Sekomandi yang masih mempertahankan teknik tradisional secara turun-temurun.

“Sekomandi merupakan warisan leluhur masyarakat Kalumpang yang berada di Provinsi Sulawesi Barat, dan salah satu tenun tertua di dunia dengan rentang waktu 480 tahun lebih,” ujar Nurul.

“Sekomandi dibuat sepenuhnya secara tradisional dari pemintalan kapas, pewarnaan alami seperti menggunakan akar dan dedaunan hingga pengikatan motif yang bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan,” lanjutnya.

Penjelasan tersebut mendapat respons positif dari Prof. Junimart Girsang. Ia mengaku terkesan dengan kualitas, keindahan motif, serta nilai budaya yang melekat pada tenun Sekomandi. Bahkan, Dubes RI tampak mengamati detail kain tersebut sebelum menyampaikan apresiasinya.

“Kain tenunnya sangat indah. Saya juga menyukai kain tenun, terima kasih atas hadiah indahnya. Saya bangga dengan kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam. Saya menuturkan salam hormat kepada Bapak Gubernur Sulawesi Barat, sekiranya dapat berkunjung kita bisa silaturahmi dan membahas program-program yang dapat dipromosikan di Roma, Italia,” tutur Prof. Junimart.

Apresiasi dari perwakilan diplomatik Indonesia di Italia itu menjadi sinyal positif bagi upaya promosi produk budaya Sulawesi Barat di pasar internasional. Di tengah meningkatnya tren ekonomi kreatif berbasis warisan budaya, tenun Sekomandi memiliki peluang besar untuk memperluas jejaring promosi sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di mancanegara.

Lebih dari sekadar kain tradisional, tenun Sekomandi merepresentasikan pengetahuan lokal, kearifan leluhur, dan ketekunan para perajin yang masih menjaga proses produksi secara autentik. Nilai tersebut menjadi daya tarik tersendiri di pasar global yang semakin menghargai produk berbasis budaya dan keberlanjutan.

Langkah promosi yang dilakukan Nurul juga sejalan dengan semangat pembangunan Sulawesi Barat melalui program Panca Daya yang digagas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Pengenalan tenun Sekomandi di forum internasional tidak hanya memperkuat diplomasi budaya, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan UMKM, peningkatan nilai ekonomi produk lokal, serta perluasan akses pasar bagi perajin Sulawesi Barat.

Dengan dukungan promosi yang konsisten, tenun Sekomandi berpotensi menjadi salah satu ikon budaya Sulawesi Barat yang mampu bersaing dan mendapat pengakuan lebih luas di tingkat internasional.