Hari Kebaya Nasional, Srikandi PLN Mamuju Tegaskan Perempuan Jadi Penjaga Budaya dan Penggerak Perubahan
Mamuju – Peringatan Hari Kebaya Nasional menjadi momentum bagi Srikandi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mamuju dan Srikandi Unit Pelaksana Pelayanan Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Barat untuk menegaskan peran perempuan dalam pelestarian budaya sekaligus pembangunan bangsa.
Para pegawai perempuan PLN mengenakan kebaya sebagai simbol penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia yang tetap relevan di tengah arus modernisasi.
Langkah tersebut tidak sekadar bernilai seremonial. Di balik penggunaan kebaya, terdapat pesan kuat mengenai pentingnya menjaga identitas nasional sembari mendorong perempuan untuk terus mengambil peran strategis dalam berbagai sektor, termasuk industri ketenagalistrikan yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.
Kebaya selama ini menjadi representasi nilai-nilai yang melekat pada perempuan Indonesia, seperti keteguhan, ketangguhan, dan dedikasi. Dalam konteks kekinian, simbol budaya itu juga mencerminkan kemampuan perempuan beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan akar tradisi.
Srikandi PLN menilai pelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari upaya memperkuat karakter bangsa. Karena itu, perempuan PLN terus menunjukkan profesionalisme dan kepemimpinan dalam menjalankan tugas pelayanan kelistrikan kepada masyarakat, sembari menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas nasional.
Tim Humas Srikandi PLN UP3 Mamuju, Enggelina Trapen, mengatakan Hari Kebaya Nasional menjadi ruang refleksi bagi perempuan Indonesia untuk semakin bangga terhadap jati diri bangsa sekaligus memperluas kontribusi di berbagai bidang.
“Kebaya adalah simbol jati diri perempuan Indonesia yang anggun, kuat, dan penuh semangat. Melalui Hari Kebaya Nasional, kami mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus berkarya, berani bermimpi, saling mendukung, serta menjadi inspirasi di lingkungan masing-masing. Mari kita lestarikan budaya bangsa dengan penuh kebanggaan, karena perempuan yang menghargai budayanya adalah perempuan yang mampu membawa perubahan bagi masa depan Indonesia,” ujar Enggelina Trapen, Jumat (24/7).
Menurutnya, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas perempuan agar mampu menjawab tantangan zaman. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga aktor penting dalam mendorong kemajuan sosial dan ekonomi.
Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional, Srikandi PLN UP3 Mamuju berharap semangat perempuan Indonesia untuk berkarya, menjaga persatuan, serta melestarikan budaya semakin menguat. Harapan itu juga sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Mengusung semangat “Warisan Budaya, Kebanggaan Bangsa”, Srikandi PLN UP3 Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan teladan dalam pelestarian budaya sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional.
Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, kebaya tidak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga penanda bahwa identitas budaya dapat berjalan seiring dengan kemajuan dan profesionalisme.





