Sulbar Championship 2026 Resmi Bergulir, Pemprov Sulbar Pasang Target Cetak Pesilat Berprestasi Nasional

waktu baca 3 menit

Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengirim sinyal kuat terhadap pembangunan olahraga prestasi di daerah.

Melalui Kejuaraan Pencak Silat Sulbar Championship 2026, Pemprov Sulbar tidak hanya menggelar kompetisi, tetapi juga mempertegas arah kebijakan pembinaan atlet yang berkelanjutan untuk melahirkan pesilat berdaya saing nasional hingga internasional.

Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, mewakili Gubernur Sulbar, Suhardi Duka membuka Sulbar Championship 2026 di GOR Mamuju, Sabtu (1/8).

Kejuaraan yang memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Barat itu menghadirkan pesilat dari berbagai perguruan dan daerah di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Tengah. Kehadiran peserta lintas provinsi menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap Sulawesi Barat sebagai pusat penyelenggaraan event olahraga regional, khususnya cabang pencak silat.

Di tengah persaingan olahraga yang semakin kompetitif, kejuaraan semacam ini memiliki peran strategis. Selain menjadi arena adu kemampuan, kompetisi juga berfungsi sebagai instrumen pembinaan untuk mengukur kualitas atlet, memperkaya pengalaman bertanding, serta memperkuat mental juara yang menjadi fondasi utama prestasi.

“Sulbar Championship 2026 menjadi bukti bahwa Sulawesi Barat dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan pencak silat tingkat regional. Kejuaraan ini bukan hanya ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet yang harus terus kita dorong agar mampu melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang mengharumkan nama Sulawesi Barat di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bau Akram.

Dalam perspektif pembangunan olahraga, keberhasilan daerah tidak hanya ditentukan oleh capaian medali. Faktor yang lebih mendasar adalah keberlangsungan sistem pembinaan. Karena itu, Pemprov Sulbar mendorong lahirnya ruang kompetisi yang rutin, terukur, dan mampu menjadi jalur regenerasi atlet.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang menempatkan pembinaan olahraga prestasi sebagai salah satu instrumen pembangunan sumber daya manusia. Kompetisi yang berlangsung secara konsisten dinilai menjadi sarana efektif untuk menemukan bibit unggul sekaligus menjaga kesinambungan prestasi daerah.

Sulbar Championship 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga pencak silat. Ajang ini membuka ruang pertemuan antarpesilat, pelatih, pengurus organisasi olahraga, serta pemangku kepentingan lainnya dalam semangat sportivitas dan persaudaraan.

Bau Akram turut memberikan apresiasi kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sulawesi Barat yang terus menjaga konsistensi pembinaan atlet melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan.

“Kami mengapresiasi IPSI Sulawesi Barat yang terus konsisten menghadirkan ruang kompetisi bagi para atlet. Pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga karena kami meyakini prestasi lahir dari proses pembinaan yang berjenjang, terukur, dan dilakukan secara berkesinambungan,” ucapnya.

Menurut Bau Akram, dukungan pemerintah terhadap pencak silat tidak berhenti pada penyelenggaraan satu event. Kejuaraan tersebut telah masuk dalam rangkaian agenda Gubernur Championship yang dirancang sebagai wadah pembinaan atlet secara berkelanjutan.