Pemprov Sulbar Jadikan Retret Sarana Perkuat Kolaborasi dan Visi Misi Bangun Daerah

waktu baca 2 menit

Mamuju – Retret Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi yang pertama diselenggaran di kawasan timur Indonesia. Bukan sekadar seremonial, tetapi sarana mengukuhkan kolaborasi dan visi misi serta merumuskan percepatan pembangunan daerah.

Semua pejabat, tenaga dan staf ahli ikut sebegai peserta. Retret ini berlangsung selama tiga hari, dari Jumat, 18 Juli hingga 20 Juli 2025. Pelaksanaannya berada di Makorem 142/Tatag, Mamuju. Bahkan, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara hadir langsung membuka retret tersebut.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka menegaskan bahwa tujuan retret untuk menyatukan visi dan misi, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan strategi percepatan pembangunan daerah, khususnya dalam hal penanggulangan kemiskinan, investasi, serta percepatan hilirisasi sumber daya lokal.

SDK berharap retret ini menjadi momentum membangun kemitraan yang solid antara Pemprov Sulbar, aparat keamanan, aparat penegak hukum, serta kementerian dan lembaga negara, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional di Sulbar.

Dalam acara pembukaan, Menteri Transmigrasi menyampaikan dukungan pemerintah pusat untuk Sulbar sebagai kawasan prioritas pengembangan transmigrasi dan hilirisasi sumber daya strategis, termasuk kakao, perikanan, peternakan, dan potensi logam tanah jarang (rare earth).

Ia menjelaskan bahwa transformasi program transmigrasi kini berfokus pada pengembangan wilayah berbasis potensi lokal dan penciptaan nilai tambah ekonomi.

Retret diisi dengan pemaparan materi dari Menteri Transmigrasi, KPK, Kejaksaan, Polda Sulbar, BI, dan BPK, serta penandatanganan pakta integritas dengan pengaturan khusus bagi pejabat yang sempat tertunda karena persoalan kesehatan.

Lanjut Suhardi Duka berharap retret ini menjadi momentum membangun kemitraan yang solid antara Pemprov Sulbar dan berbagai pihak untuk mendukung program prioritas nasional di Sulbar.

Play sound