Ratusan Murid SDN 1 Mamuju Berpetualang di Perpustakaan Daerah, Jelajahi Ribuan Buku hingga Nonton Video Edukatif
Mamuju – Ratusan siswa SDN 1 Mamuju mengubah Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamuju menjadi ruang petualangan literasi melalui outing class yang dirancang untuk mendekatkan anak-anak dengan dunia baca.
Selama empat jam, murid kelas VI itu melaksanakan berbagai aktivitas literasi. Mereka menjelajahi fasilitas perpustakaan, mengenal layanan yang tersedia, membaca buku di ruang baca anak, dan mengerjakan tugas sekolah.
Tak hanya itu, mereka pun diajak menyaksikan pemutaran video edukatif dan tayangan penguatan karakter di Home Theater. Aktivitas berlangsung dalam dua sesi dari pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.

Para murid pun sangat antusias dalam kunjungan itu. Sejak kedatangannya, mereka langsung menyisir gedung dan rak-rak penuh koleksi buku beragam genre. Bahkan, saat memasuki ruangan baca anak, mereka berebutan buku bacaan dan membacanya dengan penuh keseriusan.
Antusias mereka pun terlihat ketika menonton video edukatif. Mereka tidak sekadar menonton, tetapi ikut membaca kalimat yang tampil dalam video book tersebut. Mereka melakukannya secara mandiri tanpa instruksi.
Wali Kelas VI SDN 1 Mamuju, Anugerah Wati, mengatakan kunjungan ke Perpustakaan Daerah Mamuju merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas (outing class) yang rutin dilaksanakan sekolah. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan peserta didik pada berbagai fasilitas perpustakaan, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini.

Menurutnya, belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui kunjungan tersebut, siswa diajar mengakses perpustakaan, mengenal ruang baca anak, perpustakaan digital, layanan peminjaman buku, hingga fasilitas home theater yang menyajikan tayangan edukatif dan penguatan karakter.
“Kunjungan ke perpustakaan ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi punya pengalaman baru, ilmu baru, punya minat untuk lebih membaca, dan mengetahui sesuatu,” ujar Anugerah, siang tadi.
Anugerah menjelaskan, selain menambah wawasan, kunjungan tersebut juga menjadi upaya sekolah mengurangi kejenuhan belajar di kelas. Selama di perpustakaan, siswa tidak hanya berkeliling, tetapi juga mengerjakan lembar kerja peserta didik (LKPD) sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Ia menilai kegiatan itu sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Bahkan, dari pengalaman tahun sebelumnya, beberapa siswa menjadi rutin mengunjungi perpustakaan sepulang sekolah untuk membaca dan meminjam buku.
“Kami berharap anak-anak lebih akrab dengan buku dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar yang menyenangkan. Jangan hanya berkumpul untuk bermain gawai, tetapi juga datang membaca dan mencari pengetahuan,” ucapnya.

Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju, Muh. Sadad, menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, perpustakaan harus hadir sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan ramah bagi anak-anak.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Semoga perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan dan menginspirasi bagi anak-anak,” kata Muh. Sadad.
Ia menilai kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya memperkuat budaya literasi, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.
“Dan perpustakaan hadir sebagai ruang publik yang ramah anak dan inklusif, untuk mendukung cita-cita itu,” tandasnya.



