Polda Sulbar Gelar Turnamen Catur, 84 Peserta Adu Taktik dan Ketajaman Berpikir

waktu baca 2 menit

Mamuju — Turnamen catur yang melibatkan 84 peserta dari unsur Polri dan masyarakat umum menarik perhatian di Mapolda Sulawesi Barat.

Kompetisi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus HUT ke-10 Polda Sulbar, dengan menonjolkan adu strategi, ketelitian, dan ketangkasan berpikir.

Kegiatan tersebut menempatkan catur bukan sekadar olahraga kompetitif, tetapi juga medium pembentukan karakter, penguatan relasi sosial, serta pengembangan pola pikir strategis. Panitia mencatat, keterlibatan lintas unsur peserta memperlihatkan ruang interaksi yang semakin terbuka antara institusi kepolisian dan masyarakat sipil melalui pendekatan nonformal.

Direktur Reserse Kriminal Umum selaku penanggung jawab kegiatan menegaskan fungsi turnamen sebagai ruang sosial yang melampaui kompetisi. Ia menilai catur mampu memperkuat solidaritas sekaligus menumbuhkan sportivitas dalam lingkungan organisasi maupun masyarakat.

Lebih jauh, ia menautkan permainan catur dengan filosofi kerja kolektif dalam institusi kepolisian.

“Dalam catur, setiap bidak dan pion memiliki tugas mulia untuk saling melindungi dan menjaga rajanya agar tetap aman hingga akhir permainan. Filosofi ini berlaku bagi kita semua di Polda Sulbar. Seluruh personel harus saling mendukung, bekerja sama dan menjaga pimpinan dalam menjalankan setiap kebijakan demi kesuksesan organisasi,” tuturnya.

Bukan Sekadar Memainkan Bidak

Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menilai turnamen ini memiliki nilai edukatif yang kuat karena catur menuntut perencanaan jangka panjang serta kemampuan membaca risiko. Ia membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.

“Bermain catur mengajarkan kita satu hal penting, yaitu setiap keputusan dan langkah yang diambil harus diperhitungkan secara cermat. Hal ini sama seperti perjalanan hidup kita, di mana kesalahan langkah dapat berakibat fatal di kemudian hari,” ungkap Kapolda.

Ia juga menyoroti prinsip kesetaraan fungsi dalam permainan catur yang mencerminkan struktur organisasi. Setiap bidak memiliki peran yang saling melengkapi dalam mencapai kemenangan, sebagaimana setiap personel Polri memegang tanggung jawab yang menentukan arah institusi.

“Semoga kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan, menyatukan hati dan memperkuat hubungan harmonis antara Polri dengan masyarakat,” tambahnya.

Kapolda meminta dewan juri bekerja profesional, objektif, serta mengikuti ketentuan resmi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) agar kompetisi berjalan adil dan menghasilkan pemenang yang kredibel.

Turnamen ini menjadi salah satu agenda pembinaan yang menekankan pembentukan karakter disiplin, kecerdasan strategis, dan sportivitas, sekaligus memperluas ruang interaksi antara aparat kepolisian dan masyarakat Sulawesi Barat.