Tak Sekadar Kembangkan Usaha, PNM Biayai Pendidikan 1.590 Anak Nasabah
Mamasa – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memperluas dampak program pemberdayaan perempuan prasejahtera dengan mendukung pendidikan anak-anak nasabah.
Upaya itu terimplementasi melalui PNM Scholarship Program. Perusahaan pelat merah ini telah menyalurkan beasiswa kepada 1.590 anak nasabah pada 2026. Dukungan pendidikan tersebut menyasar anak di jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Program tersebut melengkapi upaya PNM dalam memperkuat ekonomi keluarga melalui pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro. Langkah ini sekaligus menjadi respons terhadap masih tingginya angka anak yang tidak bersekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2025 mencatat sebanyak 2.922.607 anak usia 7–18 tahun tidak bersekolah. Dari jumlah itu, 20,35 persen menyebut kendala biaya sebagai alasan utama tidak melanjutkan pendidikan.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugrah, mengatakan pemberdayaan ekonomi akan memberikan dampak lebih besar ketika manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh nasabah, tetapi juga anggota keluarganya.
Menurut Yazdi, PNM ingin pembiayaan yang diterima nasabah tidak hanya menumbuhkan usaha, namun juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak mereka.
“Melalui PNM Scholarship Program, PNM berupaya mendukung biaya pendidikan anak nasabah dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, SLB, pesantren, hingga pendidikan tinggi D1–S1. Harapannya, usaha ibu dapat terus bertumbuh dan pendidikan anak tetap terjaga sehingga lahir generasi yang lebih mandiri dan memiliki masa depan lebih baik,” ujar Yazdi, Minggu (2/8).
PNM menilai pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, perusahaan tidak hanya berfokus pada akses permodalan bagi perempuan prasejahtera, tetapi juga mendorong keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.
Salah satu penerima manfaat program tersebut berasal dari keluarga Mariana binti Yonatan, nasabah PNM Mekaar Unit Mamasa, Sulawesi Barat.
Sebelum bergabung dengan PNM, Mariana belum memiliki usaha. Setelah memperoleh pembiayaan awal sebesar Rp3 juta, ia mulai merintis usaha yang kemudian berkembang hingga nilai pembiayaannya meningkat menjadi Rp5 juta.
Perkembangan usaha tersebut membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka peluang lebih besar bagi anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya sangat bersyukur dan terbantu dengan pembiayaan PNM. Modal yang saya kelola membuat usaha semakin berkembang dan penghasilannya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami juga bersyukur karena anak kami menerima beasiswa. Bantuan ini sangat berarti agar anak kami dapat terus bersekolah, melanjutkan pendidikan, dan meraih impiannya,” pungkas Mariana.




