Konfercab Tanpa Rival, Irwan Melenggang Pimpin HMI Mamuju
Mamuju — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju memasuki fase kepemimpinan baru. Irwan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum HMI Cabang Mamuju dalam Konferensi Cabang (Konfercab) III (1/10).
Aklamasi tersebut sekaligus mengakhiri proses pemilihan dalam forum permusyawaratan tertinggi HMI tingkat cabang. Setelah kepengurusan sebelumnya menjalani evaluasi, organisasi kini menempatkan Irwan sebagai figur yang akan mengarahkan roda organisasi pada periode berikutnya.
Ketua HMI Cabang Mamuju demisioner, Dahril, mengatakan kepemimpinan baru menghadapi tuntutan untuk memperkuat organisasi dari dalam sekaligus menjaga peran HMI dalam ruang intelektual dan sosial.
“Dalam kepemimpinannya, Irwan kami harapkan mampu memperkuat konsolidasi internal serta membawa HMI tetap aktif dalam pengembangan intelektualitas kader dan kontribusi terhadap berbagai persoalan masyarakat di Mamuju dan Sulawesi Barat,” ujar Dahril.
Konfercab juga menempatkan rekonsiliasi dan kebersamaan kader sebagai pekerjaan penting bagi kepengurusan baru. Konsolidasi menjadi modal awal untuk memastikan pergantian kepemimpinan tidak memunculkan sekat baru dalam tubuh organisasi.
Irwan mengakui jabatan tersebut bukan amanah ringan. Ia bahkan menyebut dirinya sempat menolak pencalonan karena mempertimbangkan besarnya tanggung jawab yang akan diemban.
“Ini Amanah yang berat. Saya adalah kader yang paling menolak untuk menjadi ketua karena tanggung jawabnya amat besar. Namun dengan kebersamaan dan kesiapan teman-teman mendampingi, saya Bismillah Insyallah saya akan memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Kini, tantangan kepengurusan baru bukan lagi soal siapa yang terpilih. Fokus berikutnya berada pada kemampuan Irwan dan jajaran kepengurusan menyatukan kader, menjaga soliditas organisasi, serta menerjemahkan mandat Konfercab ke dalam kerja nyata.
HMI Cabang Mamuju pun menghadapi tuntutan untuk mempertahankan tradisi intelektual kader sembari memperluas kontribusi pada persoalan sosial dan kemasyarakatan, baik di Mamuju maupun Sulawesi Barat (Sulbar).





