Abrasi Mengintai, Jalan Tapalang Barat Diperkuat

waktu baca 2 menit

Mamuju – Persoalan jalan di Tapalang Barat, Mamuju, bukan semata soal badan jalan yang rusak. Ancaman abrasi ikut mengintai jalur yang menjadi penghubung aktivitas warga di kawasan pesisir tersebut.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas PUPR merespons kondisi itu dengan penanganan bertahap. Sepanjang sekitar 35 kilometer jalan masuk program pemeliharaan. Sementara sekitar 7 kilometer mendapat rehabilitasi, termasuk bangunan pelengkap pada titik yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Pemeliharaan antara lain mencakup pemotongan rumput dan pembersihan area sekitar jalan. Langkah itu penting untuk menjaga fungsi jalan sekaligus mencegah lingkungan sekitar ruas jalan berkembang menjadi persoalan baru.

Penanganan juga menyasar kawasan pesisir. Dinas PUPR mengamankan sekitar 50 meter ruas jalan yang terancam abrasi menggunakan konstruksi bronjong.

Ancaman tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan terpisah. Jika abrasi terus menggerus sisi jalan, konstruksi badan jalan ikut berisiko. Kerusakan yang semula bersifat lokal dapat berkembang menjadi gangguan konektivitas.

Kepala Dinas PUPR Sulawesi Barat, Surya Yuliawan Sarifuddin, mengatakan pemeliharaan merupakan bagian dari pelayanan pemerintah untuk memastikan infrastruktur tetap berfungsi.

“Pemeliharaan jalan tidak hanya soal memperbaiki jalan yang rusak, tetapi bagaimana kita menjaga agar infrastruktur tetap berfungsi dan aman digunakan masyarakat. Termasuk menangani lingkungan sekitar jalan dan titik-titik yang berpotensi terdampak abrasi,” kata Surya Yuliawan, Senin 28 September 2026.

Ruas jalan provinsi di Tapalang Barat memiliki fungsi penting bagi mobilitas warga. Jalur tersebut menopang distribusi barang, aktivitas ekonomi serta akses masyarakat menuju layanan pemerintahan dan kebutuhan dasar.

Karena itu, pola penanganan tidak berhenti pada perbaikan kerusakan. Dinas PUPR melalui UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan juga melakukan pemantauan kondisi ruas secara berkala. Penanganan menyesuaikan tingkat kerusakan, urgensi, kewenangan dan dukungan program yang tersedia.

Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan biaya pemeliharaan. Kerusakan yang tertangani sejak awal berpeluang mencegah kebutuhan rehabilitasi yang lebih besar pada kemudian hari.

Di Tapalang Barat, pekerjaan itu kini mencakup tiga lapis persoalan: menjaga permukaan dan lingkungan jalan sepanjang 35 kilometer, merehabilitasi sekitar 7 kilometer ruas yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, serta melindungi sekitar 50 meter jalan dari gerusan abrasi.

Bagi warga, angka-angka itu bukan sekadar ukuran pekerjaan. Jalan yang tetap berfungsi berarti mobilitas, distribusi barang dan aktivitas ekonomi dapat terus bergerak.

error: Konten Ini Dilindungi !!!
Putar suara