Pemprov Sulbar Dorong Akselerasi Gerakan Kembali ke Sekolah

waktu baca 2 menit

Sulbar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat percepatan program Gerakan Kembali ke Sekolah sebagai langkah strategis mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Upaya ini sejalan dengan tren pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulbar yang terus menunjukkan kenaikan setiap tahun.

Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri rapat koordinasi teknis Gerakan Kembali Bersekolah 2026 di Hotel Maleo, Jumat (1/5/2026). Forum ini juga menghadirkan Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Harris Iskandar.

Dalam forum itu, Junda mengungkapkan Pemprov Sulbar telah mengaktifkan kembali tim penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan. Tim tersebut sebelumnya sempat tidak optimal.

“Pemprov Sulbar sudah membentuk tim penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang bekerja dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Tim ATS ini sempat redup dan kembali bangkit di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan yang baru,” kata Junda.

Ia menilai keberlanjutan pendidikan masih menjadi tantangan. Sejumlah anak yang sempat kembali bersekolah, kata dia, belum mampu menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.

“Ini menjadi atensi bersama, apalagi ditambah dukungan dari Kementerian Pendidikan RI tentu bersemangat lagi menjalankan program ini,” ungkapnya.

Menurut Junda, penguatan akses pendidikan menjadi bagian penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah daerah menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

“Untuk mencapai itu tentu pembangunan manusia dan inilah sementara kita kerjakan serta tanggung jawab bersama bagaimana menciptakan anak-anak emas di tahun 2045,” ujarnya.

Ia juga menyoroti capaian IPM Sulbar yang terus meningkat dari tahun ke tahun, meski sempat tertekan saat pandemi Covid-19. Tren positif ini, kata dia, harus diikuti dengan kerja lebih keras agar mampu bersaing dengan daerah lain yang lebih maju.

“Jadi ada peningkatan signifikan, namun kita masih perlu kerja keras lagi agar bisa sejajar dengan provinsi berkembang lainnya. Akselerasi menjadi acuan kita bersama,” tandasnya.