PNM Perluas Akses Permodalan hingga Pelosok, Usaha Nasabah di Mamasa Tumbuh dan Pendidikan Anak Ikut Terdukung

waktu baca 3 menit

Mamasa – Akses pembiayaan yang inklusif masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan di wilayah terpencil.

Keterbatasan modal, rendahnya literasi usaha, dan minimnya akses terhadap layanan keuangan sering kali menghambat pengembangan usaha sekaligus mempersempit peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.

Menjawab tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui PNM Cabang Makassar terus memperkuat pendampingan kepada nasabah Mekaar.

Perusahaan tidak hanya menyalurkan pembiayaan. Akan tetapi, juga membangun kapasitas usaha melalui pembinaan berkelanjutan agar dampak ekonomi dapat menjangkau keluarga dan lingkungan sekitar.

Salah satu penerima manfaat program itu ialah Ibu Lederika, nasabah PNM Mekaar Unit Mambi yang bergabung sejak Februari 2018. Sebelum memperoleh pembiayaan, ia mengelola warung sembako dengan persediaan barang yang terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara optimal.

“Dulu, kehidupan keluarga saya sangat sederhana. Warung saya hanya berisi beberapa barang karena modal terbatas. Saya sering sedih ketika ada pelanggan yang ingin membeli kebutuhan pokok, tetapi saya harus mengatakan barangnya belum ada,” ungkap Ibu Lederika.

Setelah memperoleh pembiayaan secara bertahap hingga Rp11,5 juta, kapasitas usahanya meningkat. Ia memperluas stok dagangan sekaligus menambah layanan transaksi digital, mulai dari penjualan pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan, hingga layanan isi ulang dompet digital. Diversifikasi layanan tersebut memperkuat daya saing usahanya sekaligus membuka sumber pendapatan baru.

Dampak program PNM juga menjangkau sektor pendidikan keluarga. Anak Ibu Lederika memperoleh beasiswa dari PNM sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan keluarga nasabah.

“PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga memberikan harapan. PNM membantu saya bangkit, mengembangkan usaha, memperbaiki ekonomi keluarga, dan memberi harapan yang lebih cerah bagi pendidikan anak saya,” bebernya.

Transformasi serupa terjadi pada Ibu Kristina Imelda, nasabah Mekaar Unit Mamasa sekaligus Ketua Kelompok Mekaar Rante Koppe yang bergabung sejak 2017. Berawal dari usaha sederhana yang hanya menjual beberapa porsi nasi kuning.

Kini Kristina Imelda mengembangkan usaha kuliner dengan berbagai pilihan menu, seperti ayam geprek, nasi campur, ikan goreng, serta aneka lauk siap saji setelah memperoleh pembiayaan dari PNM Mekaar.

Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, menegaskan bahwa program Mekaar dirancang untuk memperluas akses permodalan dan pendampingan usaha bagi masyarakat, termasuk di wilayah pelosok yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan secara optimal.

“Fokus kami melalui program Mekaar adalah memastikan masyarakat, termasuk di daerah yang membutuhkan akses modal usaha, dapat merasakan manfaat kehadiran PNM. Kami berharap program ini dapat membantu perempuan pelaku ekonomi agar usahanya semakin meningkat,” ujar Yazdi, Selasa (30/6).

Menurutnya, pemberdayaan usaha tidak cukup melalui penyaluran modal. Karena itu, PNM melengkapi pembiayaan dengan berbagai pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan nasabah, antara lain kepemimpinan, pengelolaan tabungan, desain kemasan produk, pemasaran daring dan luring, penentuan harga pokok produksi, penghitungan Angka Kecukupan Gizi, serta pencatatan keuangan sederhana.

Hingga kini, PNM Makassar mengoperasikan 116 kantor Unit Mekaar dan 16 kantor Unit ULaMM yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua. Jaringan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat kapasitas perempuan pelaku usaha ultra mikro agar mampu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.