BPKAD Sulbar Uji Kekompakan Pegawai di Lomba Gerak Jalan

waktu baca 2 menit

Mamuju — Barisan pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sulawesi Barat bergerak serempak pada Senin, 10 Agustus 2026.

Mereka bukan sedang menyelesaikan urusan anggaran atau aset negara. Pagi itu, mereka menguji sesuatu yang tak tercatat dalam dokumen keuangan: kekompakan.

Lomba gerak jalan menjadi bagian dari Pekan Kemerdekaan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung dari Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Bagi birokrasi, kekompakan bukan perkara sepele. Koordinasi yang buruk dapat memperlambat pekerjaan, sementara kerja tim yang solid menjadi modal untuk memastikan pelayanan publik berjalan.

Itulah alasan BPKAD membawa pegawainya turun ke arena. Kegiatan semacam ini memberi ruang bagi pegawai untuk berinteraksi tanpa sekat rutinitas dan struktur pekerjaan. Namun nilai sebenarnya baru terlihat ketika semangat itu kembali masuk ke ruang kerja.

Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata mengejar hasil perlombaan.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kekompakan, kebersamaan, dan semangat kerja tim. Kami berharap seluruh jajaran BPKAD dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat serta tetap menjunjung sportivitas,” ujar Ali Chandra.

Pesan itu membawa persoalan lebih jauh. Kekompakan birokrasi tidak boleh berhenti sebagai jargon dalam kegiatan perayaan. Ia harus terlihat dalam cara pegawai berkoordinasi, menyelesaikan pekerjaan, mengelola anggaran dan aset, serta melayani masyarakat.

Karena itu, ukuran keberhasilan BPKAD bukan seberapa rapi barisan mereka saat gerak jalan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah energi kebersamaan itu bertahan setelah lapangan kembali kosong.

Ali Chandra juga menekankan bahwa semangat kemerdekaan perlu hadir dalam pekerjaan sehari-hari. Bagi BPKAD, bentuk konkretnya ialah bekerja bersama, meningkatkan pelayanan, dan ikut mendorong pembangunan Sulawesi Barat.

Pekan Kemerdekaan mempertemukan jajaran pemerintah provinsi, perangkat daerah, dan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Pemerintah menjadikannya sebagai ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat semangat persatuan.

Tetapi bagi birokrasi, perayaan hanya menjadi titik awal. Tantangannya ialah menerjemahkan kebersamaan menjadi kinerja yang terukur.

Arah itu sejalan dengan misi kelima Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka: memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.