65 Paskibraka Sulbar Digemleng Sebelum Kibarkan Merah Putih
Sulbar — Keringat dan kelelahan menjadi bagian dari harga yang harus dibayar 65 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Barat sebelum mereka menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Masa karantina dan latihan intensif bukan sekadar persiapan gerakan baris-berbaris. Para peserta juga menghadapi tuntutan fisik, tekanan mental, disiplin waktu, serta kebutuhan menjaga kekompakan dalam setiap tahapan pembinaan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat, Darwis Damir, mengingatkan hal tersebut saat memberikan pembinaan pada briefing pagi, Senin, 10 Agustus 2026.
“Keringat hari ini adalah kebanggaan di hari esok. Rasa lelah akan hilang, tetapi pengalaman dan kehormatan menjalankan tugas sebagai Paskibraka akan menjadi bagian penting dalam perjalanan kalian. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kelelahan,” ujar Darwis.
Tekanan latihan bukan tanpa konsekuensi. Sejumlah peserta sempat mengalami kendala fisik akibat kelelahan perjalanan dan kondisi cuaca. Situasi tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi terhadap pola latihan yang padat.
Namun, tugas Paskibraka menuntut lebih dari sekadar kemampuan fisik. Setiap anggota harus mampu menjaga disiplin, bertanggung jawab terhadap tugas, bekerja sebagai satu tim, serta mempertahankan komitmen sampai seluruh rangkaian selesai.
“Paskibraka bukan hanya tentang fisik yang kuat, tetapi juga bagaimana kalian belajar bekerja sama dan bertanggung jawab. Kehormatan ini harus dijalankan dengan disiplin dan kesungguhan,” tegasnya.
Sebanyak 65 peserta terpilih dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat kini menjalani pemusatan pembinaan. Mereka dipersiapkan untuk mengambil peran dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat provinsi.
Bagi para peserta, tantangan terbesar bukan hanya menghafal gerakan atau menjaga formasi. Mereka harus mampu mengelola kelelahan, menjaga kondisi tubuh, dan tetap mengikuti instruksi ketika stamina mulai terkuras.
Darwis meminta peserta tidak mengabaikan kesehatan selama menjalani latihan. Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti arahan pelatih dan membangun solidaritas antaranggota.
“Jaga kesehatan, disiplin mengikuti setiap arahan, dan saling mendukung. Kalian membawa nama sekolah, daerah, dan Sulawesi Barat dalam menjalankan tugas ini,” pungkasnya.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.
Bendera Merah Putih nantinya hanya berkibar beberapa menit dalam prosesi upacara. Namun, sebelum momen itu tiba, 65 calon Paskibraka harus lebih dulu menuntaskan ujian yang berlangsung jauh lebih panjang. Melawan lelah, menjaga disiplin, dan tetap berdiri sebagai satu barisan.




